Langsung ke konten utama

Kanjeng Ratu Kidul (Legenda Sunda)

Ilustrasi Nyai Rara Kidul (http://andyrajobatuahfoto.files.wordpress.com)
Masyarakat Sunda mengenal legenda mengenai penguasa spiritual kawasan Laut Selatan Jawa Barat yang berwujud perempuan cantik. Tokoh ini disebut Nyi Rara Kidul. Pada perkembangannya masyarakat cenderung menyamakan Nyi Rara Kidul dengan Kanjeng Ratu Kidul, meskipun dalam kepercayaan Jawa, Nyi Rara Kidul adalah bawahan setia Kanjeng Ratu Kidul. Berikut adalah kisahnya.

Di masa lalu, hiduplah seorang putri cantik bernama Kadita. Dewi Kadita adalah anak dari Raja Munding Wangi, Raja Kerajaan Pajajaran. Meskipun sang raja mempunyai seorang putri yang cantik, ia selalu bersedih karena sebenarnya berharap mempunyai anak laki-laki. Raja pun kemudian menikah dengan Dewi Mutiara, dan mendapatkan putra dari perkawinan tersebut. Maka, bahagialah sang Raja.

Dewi Mutiara ingin agar kelak putranya itu menjadi raja tanpa ada penantang atas takhtanya, dan ia pun berusaha untuk menyingkirkan Dewi Kadita. Kemudian Dewi Mutiara datang menghadap Raja, dan meminta agar sang Raja menyuruh putrinya pergi dari istana. Sudah tentu Raja menolak. Raja berkata bahwa ia tidak akan membiarkan siapapun yang ingin bertindak kasar pada putrinya. Mendengar jawaban itu, Dewi Mutiara hanya tersenyum dan berkata manis sampai Raja tidak marah lagi kepadanya. Tetapi walaupun demikian, dia tetap berniat mewujudkan keinginannya itu.

Pada keesokan harinya, sebelum matahari terbit, Dewi Mutiara mengutus pembantunya untuk memanggil seorang dukun tukang tenung. Dia ingin sang dukun meneluh atau mengutuk Kadita, anak tirinya. Sang dukun menuruti perintah sang ratu. Pada malam harinya, tubuh Kadita telah dipenuhi dengan kudis dan gatal-gatal. Ketika dia terbangun, dia menyadari tubuhnya berbau busuk dan dipenuhi dengan bisul. Puteri yang cantik itu pun menangis dan tak tahu harus berbuat apa.

Ketika Raja mendengar kabar itu, beliau menjadi sangat sedih dan mengundang banyak tabib untuk menyembuhkan penyakit putrinya. Beliau sadar bahwa penyakit putrinya itu tidak wajar, seseorang pasti telah mengutuk atau mengguna-gunainya. Masalah pun menjadi semakin rumit ketika Ratu Dewi Mutiara memaksanya untuk mengusir puterinya karena dianggap akan mendatangkan kesialan bagi seluruh negeri. Karena Raja tidak menginginkan puterinya menjadi gunjingan di seluruh negeri, akhirnya beliau terpaksa menyetujui usul Ratu Mutiara untuk mengirim putrinya ke luar dari negeri itu.

Puteri yang malang itu pun pergi berkelana sendirian, tanpa tahu kemana harus pergi. Dia hampir tidak dapat menangis lagi. Dewi Kadita yang berhati yang mulia, tidak menyimpan dendam kepada ibu tirinya, malahan ia selalu meminta agar Sang Hyang Kersa mendampinginya dalam menanggung penderitaan.

Hampir tujuh hari dan tujuh malam dia berjalan sampai akhirnya tiba di Samudera Selatan. Dia memandang samudera itu. Airnya bersih dan jernih, tidak seperti samudera lainnya yang airnya biru atau hijau. Tiba-tiba ia mendengar suara gaib yang menyuruhnya terjun ke dalam Laut Selatan. Dia melompat ke dalam air dan berenang. Tiba-tiba, ketika air Samudera Selatan itu menyentuh kulitnya, mukjizat terjadi. Bisulnya lenyap dan tak ada tanda-tanda bahwa dia pernah kudisan atau gatal-gatal. Malahan, dia menjadi lebih cantik daripada sebelumnya. Bukan hanya itu, kini dia memiliki kuasa dalam Samudera Selatan dan menjadi seorang dewi yang disebut Nyi Rara Kidul yang hidup selamanya. Kawasan Pantai Palabuhanratu secara khusus dikaitkan dengan legenda ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Teknologi dari Zaman Atlantis hingga Indonesia

X MAGAZINE --- Jujur, ada keasikan tersendiri ketika menelusuri tentang misteri Atlantis. Misteri sebuah benua yang hilang dengan sejuta pertanyaan.  Benarkah, legenda itu ada? Atau hanya sekedar rekaan berbalut imajinasi saja.  Ada yang menyangkal, namun tidak sedikit pula yang berupaya dengan serius untuk membuktikannya. 
Pakailah Google search engine di URL http://www.google.com/. Gunakan kata kunci ”teknologi atlantis”. Muncullah 99.200 hasil telusur untuk kata kunci itu pada hari Rabu 15 Desember 2009 jam 15.41 wib. Di urutan pertama adalah informasi dari alamat http://aravangel.blogspot.com/2009/01/benua-atlantis-dan-lemuria-yang-telah_27.html dengan ringkasan bahwa bangsa Atlantis lebih mengandalkan fisik, TEKNOLOGI, dan gemar berperang. Bangsa ini mirip dengan bangsa Lemuria yang mempunyai tanah yang subur, masyarakat yang makmur, dan penguasaan terhadap ilmu pengetahuan yang mendalam. Bangsa Atlantean menggunakan crystal secara intensif dalam kehidupan mereka. Menurut Edgar C…

Hubungan Kejawen dengan Atlantis

Jika seandainya, kita yang sebagai pewaris masa kejayaan ATLANTIS mau membuka diri tentang ajaran-ajaran budaya tingkat tinggi (KEJAWEN) yang sebelumnya pernah kita miliki, maka banyak hal yang harus dipelajari bangsa lain tentang kehidupan pada Indonesia. 

Termasuk tentang demokrasi yang malah seolah kita adopsi dari luar.  Padahal itu milik kita yang sudah ada jauh sebelum bangsa luar memahaminya.

X MAGAZINE ----- Banyak orang, menghubungkan kata “KEJAWEN” dengan hal-hal yang berkaitan dengan mistis. Bahkan sebagian menganggap Kejawen cenderung mengarah pada klenik. Memang tidak dapat dipungkiri bahwa kata kejawen sendiri menjadi suatu bagian dari hal yang berkaitan dengan hal-hal tersebut. Padahal sebenarnya lebih dari itu.
Namun secara pribadi, “walau saya sebenarnya bukan orang jawa” sangat tertarik dengan Kejawen. Ada banyak hal yang dapat kita pahami maupun kita cerna seputar ilmu budaya dengan nuansa kental “jawa” ini.
Sekali lagi, bagi saya, Kejawen, adalah sebuah pemantaban p…

Kanjeng Ratu Kidul