Latest News

Al Quran Menguatkan Atlantis mungkin di Indonesia

Al Quran Menguatkan Atlantis mungkin di Indonesia
Al Quran Menguatkan Atlantis mungkin di Indonesia
Kendati ada banyak pertentangan soal keberadaan benua Atlantis yang hilang itu di Indonesia, namun tidak sedikit yang juga ingin membuktikannya. Yang jelas, surga eden the Atlantis itu memang menarik untuk disimak dan ditelusuri.

Salah satu situs di Indonesia menuliskan, selain dari manuskrip kuno peninggalan Plato, kemungkinan besar Atlantis terletak di Indonesia dikuatkan melalui metode Quranic Archeology, atau penelitian dari teks-teks kitab suci Al Quran. Sebagaimana dilakukan oleh Kepala Arkeolog Penelitian Gunung Padang, Ali Akbar.

"Meneliti dari manuskrip Al Quran dibolehkan karena dalam arkeologi, Al Quran adalah artefak," papar Ali Akbar yang menjadi salah satu pembicara dalam diskusi yang bertajuk "Bencana dan Peradaban" serta peluncuran buku "Plato Tidak Bohong, Atlantis Ada di Indonesia" karya Danny Hilman yang berjudul di Gedung Krida Bhakti kompleks Sekretariat Negara, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

Disebutkan dia, pada faktanya nabi-nabi sebelum nabi Ibrahim yang disebutkan dalam Al-Qur'an tidak ada identifikasi geografi dimana mereka itu diturunkan.

"Nabi Adam, Nuh, Hud, Idris, Saleh dan seterusnya, itu tidak disebut dimensi ruangnya, tidak jelas dari mananya, baru kemudian Nabi Yusuf disebutkan dari Mesir. Nabi-nabi pra Ibrahim tidak disebutkan," papar Ali

Namun dari segi waktu, dapat diperkirakan waktunya adalah antara 25 ribu sampai 5000 tahun sebelum masehi. Dimana yang mengejutkan, dalam rentang tahun ini terjadi kekosongan sejarah dimana belum ditemukan penjelasan tentang kejadian sejarah apa saja yang terjadi pada kurun waktu itu.

"Fakta ini membuat seluruh kemungkinan menjadi mungkin. Karena kosongnya sejarah ini maka semuanya jadi mungkin. Karenakan tidak ada tertulis di Al-qur'an dimana sebenarnya nabi-nabi itu," tambahnya.

Sebagai contoh, disebutkan Ali Akbar tidak pernah disebutkan dimanakah Nabi Adam AS diturunkan dari surga. Yang disebutkan hanya Nabi Nuh, yang bahteranya mendarat di bukit Ararat.

"Tapi bukit Ararat itu dimana? Berangkatnya juga dari mana? Selain itu, umatnya para nabi terdahulu ini disebutkan hancur karena menyembah berhala. Berhala itu batu, berarti itu megalithikum, dan kita bisa menemukan seluruh situs Megalithikum di seluruh dunia," ujarnya.

Karenanya, kemungkinan bahwa bangsa-bangsa terdahulu berasal dari Atlantis yang juga kemungkinannya ada di Indonesia menjadi terbuka lebar.

"Fakta bahwa Atlantis berada pada sekitar 11 ribu tahun yang lalu menjadi mungkin saja," tandasnya.

sumber: http://www.rmol.co

7 Responses to "Al Quran Menguatkan Atlantis mungkin di Indonesia"

  1. AAAKKHHHH................KHEBATH BETHULLL....JADI KITA INI ASLINYA KETURUNAN WANGSA ATLANTICO YANG DULU PERNAH DI HUKUM ALLAH SWT, KARENA "LUPA DIRI", BANYAK BUKTI FISIK DI SETIAP PULAU DI INDONESIA, YANG HANYA BISA DILIHAT OLEH ORANG-ORANG YANG BERAKAL....

    BalasHapus
  2. Lepas benar tidaknya,kebudayaan jawa mengutamakan spritual,kedamaian,selaras dengan ajaran leluhur lemurian dan tidak bertentangan Islam

    BalasHapus
  3. Lepas benar tidaknya,kebudayaan jawa mengutamakan spritual,kedamaian,selaras dengan ajaran leluhur lemurian dan tidak bertentangan Islam

    BalasHapus
  4. Dan sedikit menguatkan para arkeolog yang menemukan bangkai bahtera nabi nuh as di terbuat dari bahan kayu jati.sedangkan kayu jadi hanya dapat di produksi di nusantara, jadi?

    BalasHapus